Penjelasan Manfaat dan Kandungan Gizi Yang Terdapat Pada Tempe


Kita semua pasti sudah tidak asing lagi dengan jenis makanan yang satu ini, salah satu pendamping makanan pokok yang sangat banyak diminati oleh orang indonesia. selain harganya yang murah dan mudah didapat, tempe juga bisa dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dengan berbagai varian makanan. Kayanya rempah-rempah di indonesia membuat tempe tidak hanya menjadi makanan yang terkesan jadul, tetapi tempe juga mampu dikombinasikan dan dimasak dengan beragam cara dan penyajian.

Bahkan saat ini tempe sudah sangat mendunia, dengan terkenalnya beberapa restoran di luar negeri yang menjadikan tempe sebagai menu pokok di sana. Sudah tidak perlu diragukan lagi bagaimana tempe sudah sangat bersahabat dengan lidah para pecinta kuliner bahkan di mancanegara. Dan perlu diketahui juga bahwa tempe yang selama ini kita konsumsi ternyata mengandung banyak sekali gizi dan manfaat yang baik untuk tubuh.

Penjelasan Manfaat dan Kandungan Gizi Yang Terdapat Pada Tempe

Tempe mengandung banyak sekali manfaat, di dalamnya ada vitamin B kompleks, magnesium, zat besi, kalsium, seng, hingga fosfor. Kandungan tempe juga memiliki isoflavon yang sangat tinggi. Isoflavon adalah antioksidan yang baik untuk menjaga tubuh dari berbagai masalah kesehatan tubuh. Dan banyak pula pakar kesehatan yang menyebutkan bahwa mengonsumsi tempe bisa membuat risiko penyakit jantung dan masalah osteoporosis menurun dengan signifikan. Tempe juga berpotensi untuk melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan.

Penjelasan Kandungan Yang Terdapat Dalam Tempe.


Vitamin

Terdapat dua kelompok vitamin pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang ada di dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).

Vitamin B12 umumnya terdapat pada makanan hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), dan tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Vitamin B12 mengalami kenaikan paling signifikan selama proses fermentasi dari kedelai menjadi tempe. Aktifitas vitamin B12 meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat.

Kadar vitamin B12 yang terkandung dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, hal ini menjadi kabar baik bagi para vegetarian, mereka tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12 selama menyertakan  tempe dalam menu hariannya.

Mineral

Tempe juga mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi 9,39 mg, tembaga 2,87 mg, dan zink 8,05 mg di setiap 100 g tempe. Kapang tempe bisa menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.

Antioksidan

Di dalam tempe juga diterkandung zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.

Dalam kedelai terdapat tiga macam isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Sedangkan pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mana mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium.

Dan mengenai penuaan (aging) juga dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup, dan tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, dikonsumsi dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini. Adapun penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menyatakan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.

Related Posts